Dyspraxia Adalah Gangguan Pada Sistem Gerak Tubuh

Gambar : Hellosehat.com

Pengertian

Dyspraxia adalah sebuah keadaan yang dapat memengaruhi pergerakan juga koordinasi dari tubuh manusia dan merupakan istilah medis. Akibat dari kondisi ini yaitu penderita tidak akan bisa beraktivitas maksimal dari segi fisik layaknya orang-orang normal yang lain. Jika kamu lebih teliti, orang yang menderita dyspraxia akan bergerak lebih ceroboh juga tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya sendiri.

Bagi penderita, tercatat lebih banyak anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Meski bermasalah dalam pergerakan tubuh, dyspraxia tidak akan memengaruhi intelegensia pengidapnya. Maka dari itu, kamu tidak perlu heran jika ada pasien yang mengidap kondisi ini memiliki otak yang lebih cerdas dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya.

Orang tua bisa melihat tanda-tanda dari dyspraxia pada saat anak-anak mereka masih berusia dini. Hanya saja tetap akan tidak mudah untuk mendeteksi bahwa anak tersebut benar-benar mengalami kondisi atau tidak. Hal ini dikarenakan dari anak satu dengan anak lainnya pertumbuhannya tidak bisa disamaratakan. Dokter biasanya baru bisa mendiagnosis seorang anak terkena dyspraxia ketika anak tersebut sudah berusia lima tahun ke atas.

Menurut Hellosehat.com, terdapat empat jenis dyspraxia. Antara lain dyspraxia ideomotor, yaitu gangguan gerakan satu tahap seperti ketika ingin menyisir rambut sendiri. Lalu dyspraxia ideational, yaitu gangguan untuk menggerakkan tubuh yang berulang-ulang seperti ketika menyikat gigi. Kemudian ada dyspraxia oromotor, yaitu gangguan pada otot bicara sehingga akan membuat pengidapnya kesulitan dalam mengatakan sesuatu dan apa pun yang dikatakan tidak akan terdengar jelas. Terakhir  dyspraxional constructional, yaitu gangguan dalam membedakan bangun ruang atau hal-hal semacamnya, oleh sebab itu pengidap akan kesulitan dalam membangun balok maupun paham akan gambar geometris.

Gejala

Seperti yang dijelaskan di atas, dyspraxia adalah kondisi di mana seseorang tidak mampu mengatur pergerakannya sendiri. Kondisi ini pun memiliki gejala-gejala yang bisa dilihat sejak dini. Berikut ini ulasannya, menurut alodokter.com, yuk disimak!

Pada seorang bayi, akan lebih lama dibandingkan bayi lainnya untuk belajar duduk atau merangkak. Pada batita atau bahkan balita akan sulit ketika bermain dengan mainan yang berbentuk geometris seperti permainan balok. Mereka akan kesulitan dalam membangunnya. Kemudian, posisi pada tubuh pun tidak seperti biasanya.

Sedangkan untuk anak-anak, gejala yang umumnya muncul pada dyspraxia adalah akan bertingkah dengan canggung dan juga ceroboh, misalnya sering terjatuh atau menjatuhkan barang. Anak pun juga akan sangat kesusahan ketika belajar menggunakan peralatan makan. Akan bertingkah tidak biasa atau selalu bermasalah saat bertingkah. Bagi anak yang sudah masuk sekolah, mereka akan kesulitan dalam mencari teman baru, sulit dalam memahami pelajaran di sekolah, dan tidak percaya pada diri sendiri.

Penyebab

Hingga sekarang, masih belum diketahui dengan jelas penyebab pasti dari dyspraxia. Hanya saja, kamu bisa mengetahui hal yang bisa meningkatkan risiko anak mengalami kondisi ini. Di antaranya:

  • Lahir secara prematur atau bayi yang lahir pada masa kandungan belum mencapai 37 minggu.
  • Saat dilahirkan, bayi mempunyai berat badan yang sangat rendah jika dibandingkan dengan bayi normal yang lain.
  • Ketika mengandung, seorang ibu tetap mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan yang dilarang.  Hal ini sangat berbahaya pula karena bisa mengakibatkan keguguran juga.
  • Ada anggota keluarga yang mengidap dyspraxia.

Pengobatan

Untuk pengobatan dyspraxia adalah dengan cara terapi okupasi, yaitu sebuah terapi yang membantu pengidap agar bisa mengurus kegiatan atau rutinitas sehari-harinya. Yang kedua ada pula terapi perilaku kognitif, adalah terapi yang dilakukan agar pengidap bisa menemukan jawaban atau jalan keluar dengan cara diubahnya sudut pandang pengidap.

Itulah ulasan mengenai pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatan dyspraxia yang wajib kamu ketahui. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *